Clicky

jalanjalan - travel in style

jalanjalan


Receive HTML?

The Sago Islands

Sagu menggeser pamor rempah sebagai produk andalan Maluku. Seperti beras, bahan kaya karbohidrat ini bisa diolah jadi berbagai produk pangan. yudasmoro mencicipi kreasi kuliner dari hutan Ambon.

Dulu bersandar pada rempah-rempah, kini berharap pada sagu. Tapi setidaknya ada satu hal yang tidak berubah: Maluku adalah kawasan subur di mana alam senantiasa memberikan kehidupan bagi warganya.

Ratusan tahun silam, Maluku adalah idola para pemburu rempah dari eropa.  Kepulauan ini begitu bersinar di pang- gung dunia sampai-sampai ia dijuluki “The Spice Islands”. Tiga imperium besar di masa itu—Inggris, Portugal, dan Belanda—silih berganti menancapkan kukunya demi mengeruk pala, kayu manis, dan berbagai hasil bumi lainnya.

Setelah pamor rempah surut, Maluku berpaling pada sagu. Keputusan ini tentu mudah dimengerti, sebab kepulauan ini merupakan produsen sagu utama di Indonesia. Lahan pro-duksinya memiliki luas 31 ribu hektare dan tersebar dari Seram hingga Ambon. Selain diserap pasar lokal, tepung sagu diekspor ke luar pulau, terutama ke pabrik-pabrik mi di Jawa. Pertengahan 2011 misalnya, Maluku mengirim 44 ton tepung sagu basah ke Cirebon melalui Pelabuhan yos Sudarso di Ambon.

 
jalanjalan - travel in style




Subscribe NOW!
e-Magazine
Banner
Banner