| Indeks Artikel |
|---|
| Celebes Secret Gem |
| Page 2 |
| Page 3 |
| Semua Halaman |
PULAU SELAYAR DI KAKI PULAU SULAWESI MULAI BERKEMBANG SEBAGAI ALTERNATIF WISATA BAGI PARA TURIS DI MAKASSAR. RESOR-RESOR MEWAH DI SINI MENAWARKAN BUNGALO DAN PAKET MENYELAM DENGAN TARIF DALAM MATA UANG ASING. HERU HENDARTO MENCERITAKAN KUNJUNGANNYA.
BANDARA SULTAN HASANUDDIN adalah salah satu bandara tercantik di Indonesia, bisa jadi yang tercantik di kawasan timur negeri. Didominasi struktur kaca dan besi, desain eksterior terminalnya sekilas (sekali lagi, hanya sekilas) mengingatkan kita pada terminal-terminal mewah di Hong Kong atau Dubai. Ia menjadi simbol kemajuan perekonomian Makassar, kota yang melesat kencang, terutama setelah segelintir warganya menjabat posisi-posisi politik strategis. Ibukota Sulawesi Selatan ini bahkan memiliki taman hiburan indoor terbesar di Indonesia, atau mungkin di dunia. Cukup lama saya menikmati keindahan Bandara Sultan Hasanuddin saya tidur di ruang tunggunya.
Tepat pukul enam pagi saya naik ojek ke Terminal Malleng-keri. Terminal yang berbatasan dengan Kabupaten Gowa ini dibangun untuk melayani trayek angkutan umum dari Makassar menuju kota-kota di kawasan selatan dan timur, sementara rute ke kota-kota di utara dilayani oleh Terminal Daya. Sampai di terminal satu setengah jam kemudian, saya disambut hiruk-pikuk penumpang yang hendak menuju Benteng, Ibukota Pulau Selayar. Tak kurang enam bus berkapasitas 40 orang sudah memanaskan mesinnya.
Bayangkan peta Sulawesi yang berkaki dua, Selayar berada di bawah kaki kirinya. Pulau ini secara administratif bernama resmi Kabupaten Kepulauan Selayar. Bentuknya memanjang dengan luas sekitar 900 kilometer persegi dan populasi 100 ribu jiwa. Bus yang resik dan dilengkapi AC mengantarkan saya. Sudah menjadi rahasia umum bus-bus di Sulawesi, walau statusnya eksekutif, sebenarnya tak jauh beda dari angkutan umum biasa. Di daerah Takalar, bus tiba-tiba berhenti agar para penumpang bisa turun untuk membeli jagung rebus atau semangka yang tampak ranum di pinggir jalan. Bagasi bus tak cuma disesaki koper, tapi juga karung-karung beras.

Perjalanan Makassar-Benteng total memakan waktu 10 jam, termasuk makan siang. Sebenarnya bisa lebih singkat andai feri penyeberangan tak menghabiskan tiga jam hanya untuk merapat di pelabuhan. Feri berangkat dari Pelabuhan Bira menuju Pelabuhan Pamatata di Selayar. Bira dikenal sebagai kawasan pelesir yang populer di Sulawesi Selatan. Foto-foto yang menampilkan kemolekannya mudah ditemukan di internet.
Pemandangan di sepanjang perjalanan menuju Benteng sangat menghibur. Saya melihat hamparan pantai putih, jajaran rumah-rumah Bugis, pohon palem yang berbaris rapi di perbukitan, serta tambak garam yang putih kemilau.
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
del.icio.us
Blogger
Rain Concert





