Palestina adalah tanah yang asing untuk pengelana. Konflik berdarah dan rapuhnya keamanan membuatnya terisolasi dari banyak bangsa. Fitim Sallahu menyusuri negeri yang kaya akan sejarah, hasil bumi, dan vendeta.
Pergi terlalu cepat. Frasa ini cukup untuk menggambarkan Zeid, manusia yang dengan tangan terbuka menerima saya di Palestina. Lewat kebersamaan yang singkat, saya belajar banyak tentang nilai-nilai hidup tanah kelahirannya.
Undangan pernikahan seorang sahabat membawa saya ke negeri penuh gejolak ini. Beratus bimbang mengiringi langkah. Tapi keinginan untuk menyaksikan pernikahan sahabat menggugurkan semua ragu. Bukan deru dengki politik yang mencabut nyawanya, melainkan vendeta antarkeluarga yang berlang-sung turun-menurun. Mata dibalas mata, nyawa dibalas nyawa. Hukum Hamurabi berurat akar di tanah Palestina, jauh lebih dahsyat dari pertempuran politik yang ramai menjejali tajuk media massa.
Palestina… negeri ini terasa jauh sekali—bukan dalam ukuran JALANJALAN / FeBRUARI 201267JALANJALAN / FeBRUARI 201266kilometer, tapi lebih karena isolasi yang membalutnya. Semua tentangnya adalah duka. Guratan-guratan luka yang menyayat. Serapuh itukah Palestina?
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
del.icio.us
Blogger
Rain Concert





