Clicky

jalanjalan - travel in style

jalanjalan


Receive HTML?

Chicago

Semua kota memiliki masa pasang surut, namun Chicago adalah yang paling konsisten menjaga momentum dengan terus menambah taman kota, gedung berarsitektur menawan, dan ruang seni bagi publik. Semuanya terjadi di bawah komando Walikota Richard M. Daley yang telah mundur dari jabatannya September tahun lalu setelah 21 tahun memimpin. Bagaimana nasib kota ini tanpa dirinya? Kemungkinan akan baik-baik saja. Akselerasi pembangunan telah memenuhi kota ini dengan ruang publik bergaya abad ke-19 dan 20, serta aneka atraksi dari abad ke-21.

Teks & Foto Fred A. Bernstein

Fri : 16.00

Keliling Loop
Tur arsitektur adalah aktivitas andalan Chicago bagi para turis. Salah satu paket terbaiknya adalah mengitari kawasan Loop dengan menaiki ”L”, julukan bagi jaringan monorail yang membentang ke pojok-pojok kota (www.transitchicago.com). Pilihlah jalur berwarna cokelat, jingga, atau jambon—apa pun warna yang dipilih, pastikan Anda duduk di kursi dekat jendela di gerbong pertama—kemudian kelilingi kawasan bersejarah Loop yang dihuni gedung-gedung berdesain impresif di atas lahan seluas dua hektare. Jika Anda mengikuti tur searah jarum jam, selalu palingkan wajah ke kiri. Di antara sekian banyak landmark kita akan menemukan Marina City yang spektakuler rancangan Bertrand Goldberg; gedung jangkung baru Trump International Hotel & Tower; Jay Pritzker Pavilion yang berkonsep cangkang kerang karya Frank Gehry; dan Auditorium Building ciptaan Louis Sullivan. Jika ada gedung yang terlewat, tak perlu khawatir, tiket kereta seharga $2,25 berlaku sehari penuh. Datang di tahun berbeda, besar kemungkinan kita akan menemukan gedung-gedung baru.

 

Fri : 20.00

Restoran Antikrisis
Dalam dua tahun terakhir, sejumlah restoran premium untuk segmen kelas menengah telah membuka gerainya di Chicago—meski kota ini sedang dilanda resesi. Salah satu yang menjadi favorit warga adalah Gilt Bar (230 W.Kinzie St, T.1 312 464 9544, www.giltbarchicago.com), restoran bernuansa kasual di kawasan permukiman River North yang makanannya sama sekali tidak terlihat kasual. Buku menunya menampilkan hidangan New American, seperti kembang kol hitam dengan taburan biji capers ($7) dan ricotta gnocchi dengan bumbu sage dan mentega cokelat ($13). Usai santap malam, kunjungi Curio, bar underground bertema ”The Prohibition Era” (periode 1919-1933 saat Amerika melarang penjualan alkohol). Cobalah death’s door daisy ($10), minuman berwarna jingga gelap hasil campuran vodka artisanal Wisconsin dan Aperol.

Jalan Banteng Merah
Mengoleksi begitu banyak bar dan klub
malam, bukan tanpa alasan Jalan Ontario di utara Loop dijuluki Red Bull Row. Untuk
tempat hangout beratmosfer mellow, mam-pirlah di Big Chicks (5024 N, Sheridan Rd., T.1 773 728 5511, bigchicks.com), bar untuk semua kalangan di kawasan permukiman Uptown. Harga minumannya murah, pengunjungnya bersahabat, dan interiornya dipenuhi aksesori eksentrik.

 

Sat : 09.00

Mengantre Telur
Tempat sarapan paling ideal di Chicago adalah Frontera Grill, restoran Meksiko anyar milik koki selebriti Rick Bayless. Tapi jika Anda tak bisa mendapatkan kursi, kunjungi saja Xoco (449 N.Clark St, T.1 312 661 1434, www.rickbayless.com), properti terbaru Bayless. Restoran ini buka hingga pukul 10 pagi, dan antrean panjang manusia lazimnya mulai terbentuk setelah pukul 08:30. Menu favoritnya meliputi telur aduk empanada dicampur cabai poblano ($3) dan roti torta yang disajikan bersama telur rebus, sambal salsa, keju, cilantro, dan kacang hitam ($4). Kopi bercampur susu cokelat panas ($3,25) disajikan dengan sebatang churro, snack manis dan renyah.

 
jalanjalan - travel in style




Subscribe NOW!
e-Magazine
Banner
Banner