Clicky

jalanjalan - travel in style

jalanjalan


Receive HTML?

Kyoto

Mantan ibukota Jepang yang belum memiliki bandara internasional ini kerap dijadikan lokasi syuting film bertema samurai dan kerajaan berkat koleksi gedung-gedung tuanya yang impresif. Dengan luas 820 kilometer persegi dan populasi 1,4 juta jiwa, Kyoto merupakan kota terbesar ketujuh di Negeri Sakura. Sebelum milenium kedua berakhir, ia mempertahankan jati dirinya sebagai aset budaya nasional dengan mendirikan museum manga internasional yang memikat jutaan orang tiap tahunnya.

Teks & Foto Jamie Gros

Sat  10:00

Taman Damai

Meski selalu disemuti turis di sepanjang musim bunga Sakura (kira-kira akhir Maret hingga awal April), Taman Maruyama di Gion sebenarnya merupakan area terhening di musim-musim lainnya. Mulailah petualangan di Kuil Yasaka yang berwarna kombinasi putih jingga, tempat masyarakat setempat memanjatkan doa-doa kepada dewa kesehatan dan kemakmuran. Selanjutnya telusurilah jalan setapak cantik di sekitar taman hijau yang melewati kolam, kebun, dan pohon sakura raksasa. Jangan lupa mengambil jalan alternatif melewati kompleks makam di sisi bukit. Batu-batu nisannya yang berserakan membentuk labirin sekilas mirip miniatur sebuah kota. Panorama unik yang spektakuler.


Sat 12:00

Makanan Zen

Dikembangkan berabad-abad silam oleh biksu-biksu Zen Buddha, menu vegetarian shojin ryori terdiri dari sayur-mayur, kacang-kacangan, dan berbagai jenis tahu, termasuk tofu bertaburkan biji wijen berwarna krem dan kulit tofu kenyal. Salah satu tempat terbaik untuk mencicipinya adalah Tenryu-ji Shigetsu (Syojin-ryouri Sigetu, Saga, Ukyo-ku, T.081 75881 1235) yang terletak di pekarangan dekat kuil dari abad ke-14 di kawasan Arashiyama. Sesuai tradisi, makanan disajikan di atas nampan berwarna merah tua. Pengunjung diundang untuk menyantap makanan dalam atmosfer yang khidmat dengan duduk atau berlutut di ruangan panjang berlapis kayu. Konon, hanya dengan cara ini kita bisa menghargai rasa dan aroma makanan (satu set menu makan siang dibanderol 3.000 Yen atau sekitar $36).


Sat  13:30

Menguras Yen

Para penggila belanja dijamin tak akan mampu menahan godaan untuk menguras rekening saat menyusuri Jalan Sanjo-dori yang terapit di antara Muromachi-dori dan Teramachi-dori. Toko-toko berarsitektur atraktif yang menjual aneka barang berdiri di gang sempit yang membentang panjang ini. Tiap hari, suasananya selalu ramai oleh pejalan kaki dan pengedara sepeda. Riuh dan bising, namun tetap menyenangkan. Tempat lainnya yang patut dijamah adalah Teramachi-dori yang berada di antara Oike-dori dan Marutamachi-dori. Mampirlah di Gallery Kei (671-1 Kuon-in-mae-cho, Ebisugawa-agaru, Teramachi-dori, Nakagyo-ku, T.081 75212 7114, www.gallerykei.jp) untuk menemukan tekstil kuno dan kimono yang terbuat dari serabut pohon elm, hemp, dan linden—suvenir cantik bagi keluarga Anda yang menanti di rumah.

 
jalanjalan - travel in style




Subscribe NOW!
e-Magazine
Banner
Banner