Kopenhagen menuai banyak pemberitaan belakangan ini. Bukan berkat situs wisata populer semacam Little Mermaid dan taman rekreasi Tivoli, melainkan karena Ibukota Denmark ini kian bersinar sebagai salah satu kota yang paling kreatif dan ramah lingkungan di belahan utara Eropa. Karya-karya seni kontemporernya berkembang pesat dan industri fesyennya mulai lepas landas. Selepas magrib, klub-klub malam mendendangkan irama jazz dan dentuman house music, sementara restoran-restoran sibuk menciptakan menu inovatif Skandinavia, salah satunya Noma yang pada April lalu menduduki ranking satu daftar 50 restoran terbaik sejagat versi S.Pellegrino. Agar para pengendara sepeda tidak terusik, Kopenhagen membangun jalur Metro, kereta listrik tanpa masinis yang bergerak sepanjang siang dan malam.
Teks & Foto Seth Sherwood
Fri 17:00
Dubai Versi Denmark
Orestad adalah area yang paling sempurna mendemonstrasikan pesona baru Kopenhagen. Lima tahun silam, distrik ini hanya berupa lahan tandus yang menghiasi jalan menuju bandara, tapi kemudian lewat perencanaan arsitektur yang matang diubah menjadi kawasan urban berdimensi futuristik. Lintasan kereta listrik Metro siap membawa penumpang melewati menara biru jangkung Cabinn Metro Hotel karya Daniel Libeskind; Crowne Plaza Copenhagen Towers yang dibalut panel surya; dan yang paling spektakuler, Copenhagen Concert Hall (Emil Holms Kanal 20, T.045 35 203 040, www.dr.dk/Koncerthuset/) ciptaan Jean Nouvel. Gedung pementasan berbentuk kubus biru ini memiliki beberapa area konser, termasuk sebuah auditorium bercat jingga yang dilapisi dinding kasar layaknya batu gurun pasir.
Fri 19:00
Bumbu Nordik
Berkat kepiawaian koki-koki muda meramu bumbu Nordik, Kopenhagen melambung ke garda depan dunia gastronomi Eropa Utara. Jika Anda tidak bisa mendapatkan kursi di Noma, pergilah ke A.O.C (2 Dronningens Tvaergade, T.045 33 111 145, www.restaurantaoc.dk), satu-satunya restoran baru yang menyabet bintang Michelin tahun ini. Kokinya, Ronny Emborg, seorang veteran restoran El Bulli, menyuguhkan menu yang terbuat dari bahan-bahan klasik Denmark seperti telur lumpfish, daging sapi muda, dan buah cranberry. Andalannya adalah daging kambing panggang yang dilumuri minyak kenari ditambah irisan apel dan jamur hutan. Untuk pencuci mulut, cobalah es krim buah bit merah yang disajikan di atas lautan biji licorice. Sajian berisi empat menu dibanderol 550 kroner ($95).
Fri 22:00
Legenda Jazz
Kenakanlah topi baret dan rawat jenggot Anda, sebab sang legenda jazz kini telah kembali ke Kopenhagen—Jazzhus Montmartre. Di era 60-an hingga awal 70-an, klub ini merupakan salah satu kiblat bagi para pecandu jazz di Eropa. Di panggungnya pernah tampil sejumlah musisi kondang sekaliber Miles Davis dan Dexter Gordon. Di 1976, Jazzhus meredup, dan walaupun sempat beberapa kali mencoba bangkit di lokasi berbeda, ia akhirnya mengembuskan napas terakhir di 90-an. Klub ini sekarang telah dibuka kembali di lokasi orisinal (Store Renegade 19A, T.045 70 156 565, jazzhusmontmartre.dk). Panggungnya yang lapang dan berlatar putih sukses memikat nama-nama besar seperti pemain saksofon Bill Evans dan pianis Abdullah Ibrahim.
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
del.icio.us
Blogger
Rain Concert





