Clicky

jalanjalan - travel in style

jalanjalan


Receive HTML?

The Relics of Pallava

Mamallapuram adalah sebuah paradoks di Tamil Nadu—sebuah lautan candi yang diramaikan petikan gitar John Mayer dan Bob Marley, poster The Rolling Stones, parade turis, dan segudang hal lainnya yang tidak biasa setelah kota ini dinobatkan menjadi surga backpacker. Dari kepulan debu di Jalan Othavadai, Muhammad Fadli menyusuri relief demi relief yang seolah menarik kota ini ke masa silam dan mengambil jarak dari pelancong bertas punggung.

Identitas autentik Mamallapuram memang kerap tersembunyi oleh realitas yang terpampang sekarang. Sejatinya, kota ini memainkan peranan yang amat penting di masa lalu: sebagai ibukota kedua sekaligus pelabuhan dagang utama Dinasti Pallawa, penguasa sebagian besar kawasan India selatan menjelang berakhirnya milenium pertama.

Mungkin banyak yang tidak menyadari Dinasti Pallawa memberikan kontribusi yang signifikan pada banyak wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. “Candi Hindu paling awal di pulau Jawa, yang masih bertahan hingga kini di Dataran Tinggi Dieng serta Candi Gedong Songo, berhubungan erat dengan arsitektur di Mamallapuram,” tulis John Keay dalam bukunya ”India: A History”. Karakteristik Pallawa juga bisa ditemui pada beragam aksara kuno di Nusantara; tulisan pada prasasti Kutai hanyalah salah satunya.

Contoh terbaik dari seni arsitektur Dinasti Pallawa adalah Shore Temple (Candi Pantai) yang mulai dibangun pada abad ke-7 dan baru rampung satu abad kemudian. Sesuai namanya, Shore Temple memang berada di bibir pantai. Posisinya yang agak menjorok ke lautan lepas membuatnya jadi satu-satunya obyek menarik di sepanjang pantai Mamallapuram. Konon, bersama Candi Olakaneswara yang berdiri di puncak bukit, ia berfungsi layaknya mercusuar saat kota ini masih aktif sebagai pelabuhan dagang.

Seperti seluruh candi warisan Dinasti Pallawa, ukuran Shore Temple yang relatif kerdil diimbangi oleh keindahan detailnya. Dua bangunan utamanya dikelilingi puluhan patung Nandi (sapi keramat). Beberapa bagian memang terkesan agak kusam akibat dimakan usia dan uap air laut. Tapi relief Dewa Siwa dan Dewi Parwati yang dipahat dengan sangat teliti masih tampak menonjol. Pemandangan di sini mungkin akan lebih indah seandainya batu pelindung abrasi yang sekarang mengelilinginya tidak pernah dibangun.

Shore Temple punya mitos yang cukup menarik. Banyak yang percaya candi ini bukan satu-satunya monumen di pesisir Mamallapuram. Asumsi ini pada awalnya dianggap isapan jempol. Namun bencana tsunami di 2004 mengungkap kebenaran tentang adanya candi lain di kawasan ini. Hanya beberapa saat setelah gempa mengguncang, laut susut hingga ratusan meter, dan batu-batu yang diyakini sebagai reruntuhan candi muncul ke permukaan sebelum kemudian hilang kembali ditelan lautan.

 
jalanjalan - travel in style




Subscribe NOW!
e-Magazine
Banner
Banner