Provinsi di kaki Thailand ini dikenal dunia berkat pantainya yang menawan dan kehidupan malamnya yang “nakal”. Meski, harus diakui, banyak orang baru mendengar namanya pascabencana tsunami di 2004. Proses renovasi berjalan mulus, dan dalam beberapa tahun terakhir Phuket rajin mempromosikan dirinya sebagai destinasi pelesir premium di selatan Thailand bermodalkan koleksi hotel mewah, restoran papan atas, dan juga komunitas seni yang terus tumbuh subur.
Teks & Foto Ingrid K. Williams
Fri, 16:00
Roti Goreng
Setelah mati suri diterjang tsunami pada 2004, kota pantai Kamala bernapas kembali sebagai area wisata yang mengoleksi banyak cottage di tebing bukit dan bar di sepanjang bulevar. Mengisi sore, saya mencicipi roti di gerai Chef Roti (dekat bungalo Coconut Garden, roti pisang 30 baht). ”Roti” adalah menu halal khas Thailand yang terdiri dari roti goreng dicampur telur, buah, lalu dilumuri susu kental. Sembari menikmati penganan ini, saya berjalan di sepanjang pesisir Kamala dan membiarkan telapak kaki terendam dalam air sebening kristal.
Fri, 17:30
Patung Buddha Raksasa
Gunung Nagakerd adalah nirwana spiritual yang menyimpan patung Buddha berlapis marmer. Seperti nama-nama obyek lain di Thailand, patung ini memiliki nama asli yang sangat panjang: Phraphutthamingmongkhol-akenagakhiri Buddha (mingmongkolphuket.com). Untuk menziarahinya, ikuti saja rambu berwarna merah dan putih dari Kota Chalong ke Nagakerd. Saat saya datang, patung memang masih dipoles para pekerja, tapi pemandangan yang ditawarkannya cukup impresif: arca setinggi 44 meter bersimpuh anggun di atas bunga lotus raksasa dengan latar Laut Andaman.
Fri, 19:00
Pusat Jajanan Malam
Saya meninggalkan pantai yang disesaki restoran, kemudian berjalan membuntuti warga lokal menuju pusat kota Phuket dan pusat jajanan malam di jalan Ong Sim Phai, tak jauh dari Robinson Department Store. Jika di siang hari tempat ini berfungsi sebagai pasar bahan makanan, malam harinya ia beralih peran menjadi pasar makanan. Kios dan gerobak berdiri dalam barisan. Kursi dan meja plastik tumpah ke badan jalan. Beberapa menu Thai dan Cina yang dijajakan adalah salad pepaya pedas, bun barbeque pork, santan kelapa, bakso ikan goreng, dan untuk dessert, nasi ketan bercampur mangga. Makan bak raja ditambah beberapa botol bir paling menghabiskan $6.
Fri, 21:00
Muay Thai
Olahraga nasional Thailand terkenal sangat brutal. Dalam cabang beladiri tradisional muay Thai, para atlet saling baku hantam menggunakan tangan, kaki, sikut, dan lutut. Satu tempat paling autentik untuk menontonnya adalah Suwit Stadium (15 Moo 1, Chaofa Road, T.66 76 374 313, bestmuaythai.com). Seremoni dan pertunjukan musik tradisional yang digelar sebelum pertandingan menjadi tanda muay Thai bukanlah semata ajang adu jotos, melainkan juga atraksi budaya. Pertandingan di Jumat malam dimulai dengan laga antarbocah. Jika Anda enggan menyaksikan anak-anak berusia 10 tahun bertarung dan mengucurkan darah, datanglah agak telat, yakni sekitar pukul 21:30. Dan jika Anda ingin mencicipi beladiri sadis ini, Suwit membuka kelas pelatihan yang terbuka bagi umum. Tiket pertandingan dibanderol sekitar $28, mencakup transportasi pp stadium-hotel.
Sat, 09:00
Safari Gajah
Saya memulai hari di akhir pekan dengan berkelana di atas punggung gajah. Operator tur Bang Pae Safari (12/3 Moo 5, T.Srisoonthorn Road, T.66 76 311 163, phukettoday.com/bangpaesafari) menawarkan paket safari gajah menyusuri sungai berarus kalem dan belantara pohon karet. Di tengah perjalanan, saya merangkak turun dari punuk gajah, mele-wati badan sang joki, lalu duduk di kepala sang mamalia raksasa. Tur naik gajah selama 30 menit dijual seharga $28 per orang, 60 menit $40.
Sat, 10:30
Nyanyian Gibbon
Dari Bang Pae Safari, saya meluncur ke pusat konservasi hewan Khao Phra Thaeo Wildlife Sanctuary (tiket $6). Nyanyian gibbon di tempat ini kemudian menuntun saya menuju Gibbon Rehabilitation Project (gibbonproject.org), organisasi nirlaba yang bertugas mengembalikan gibbon yang tertangkap pemburu ke habitat naturalnya. Usai menyapa kera-kera lucu yang pandai berakrobat, saya menyisihkan beberapa menit untuk trekking ke hutan guna mengunjungi Air Terjun Bang Pae dan menyegarkan diri di bawah siraman airnya.
Sat, 13:00
Ravioli Lobster
Mom Luang Tridhosyuth Devakul, lebih tersohor dengan nama Mom Tri, adalah seorang arsitek lokal dan pengusaha kakap Thailand yang mengelola kerajaan hotel dan restoran di Phuket. Restoran terakhir yang ia dirikan, Mom Tri’s Boathouse Regatta (63/302 Moo 2, Thepkasattri Road, T.66 76 360 855, momtriphuket.com), menawarkan kesejukan di tengah udara panas kawasan Royal Phuket Marina yang dipenuhi yacht. Pelayanannya nyaris sempurna, tapi keunggulan sesungguhnya terletak pada kualitas makanan. Rekomendasi tempat ini adalah ravioli lobster yang dilapisi saus veloute berisi morel mushroom ($15), serta nasi goreng kari berisi kombinasi seafood, nanas, dan kacang mete ($9).
Sat, 15:00
Komunitas Kanvas
Rawai, desa teduh di ujung selatan Phuket, telah berkembang menjadi kantong seni bagi banyak artis lokal, layaknya Ubud di Bali. Salah satu sanggar yang paling menonjol adalah Red Gallery (T.66 8 7890 3722, www.phuketredgallery.com) di mana Somrak Maneemai melahirkan karya-karya bertema pop ”trippy” yang menonjolkan obyek-obyek dari dunia khayalan. Galerinya baru saja dipindahkan ke Art Village (88 Moo 1, Viset Road), bergabung dengan banyak studio dan galeri lain semacam Tawan Ook Art Gallery (T.66 8 1956 5872) dan Love Art Studio (T.66 8 9471 5653, theloveartstudio.com). Di provinsi yang dipenuhi lukisan imitasi medioker, orisinalitas seni Bohemian para artis lokal ini terasa sangat menyegarkan.
Sat, 19:00
Martini Tom Yum
Dibingkai samudra biru, White Box Restaurant (245/7 Prabaramee Road, T.66 76 346 271, www.whiteboxphuket.com) telah menjadi surga bagi para pencinta kuliner sejak dibuka dua tahun silam. Ia berada di pantai berbatu di sisi utara Patong. Eksteriornya dilengkapi teras yang luas dan jendela yang menjulang dari lantai hingga ke atap. Seperti tersurat dari namanya, White Box didominasi dekorasi bercorak putih. Buku menunya menampilkan kombinasi makanan Thai dan Mediterania. Makan malam plus minum untuk dua orang menghabiskan sekitar $92. Setelah makan, naiklah ke lounge berdesain trendi di lantai atas guna menyeruput martini tom yum yang terbuat dari campuran vodka, lengkuas, sereh, daun jeruk purut, dan cabai ($8).
Sat, 23:00
Bar Berjalan
Bangla Road, pusat minum bir di Putong, menjanjikan kehidupan malam yang paling gemerlap di Phuket. Di sini kita bisa menemukan banyak bar hostes, klub dansa, dan kabaret ”ladyboy”. Tapi jika Anda merasa jengah dengan pemandangan tersebut, atau sudah bosan berfoto bersama ladyboy, pergilah ke arah selatan menuju Rawai dan carilah minibus Volkswagen berwarna jingga terang yang terparkir di sisi kanan Viset Road, tak jauh dari kawasan Art Village. Mobil VW yang telah disulap menjadi bar berjalan ini memikat banyak warga lokal, ekspatriat, dan turis dari kawasan Skandinavia yang biasanya datang dengan kulit terbakar matahari. Bir lokal populer, Chang, dijajakan dengan harga $1 di bar jalanan bergaya retro ini.
Sun, 10:00
Rejuvenasi Tubuh
Panti pijat bertarif murah yang mengandalkan terapis gadis-gadis ceria Thailand mudah ditemukan di banyak tempat. Untuk sekadar memijat kaki, mereka cukup mumpuni. Tapi jika Anda mendambakan rejuvenasi di sekujur tubuh, sebaiknya berkunjung ke Sukko Cultural Spa & Wellness (5/10 Moo 3, Chaofa Road, T.66 76 263 222, sukkospa.com). Menu andalan tempat ini adalah Thai massage, metode pijat yang melibatkan akupresur dan gerakan mirip yoga guna meluruskan sendi.
Sun, 12:00
Pesisir Kosong
Hamparan pasir keemasan berkilo-kilometer panjangnya bisa ditemukan di Pantai Mai Khao, pesisir kosong yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Sirinat di barat laut Phuket. Di antara lautan berair hangat yang dinaungi langit cerah dan kebun rindang yang ditumbuhi pohon kelapa tergelar pantai berpasir lembut yang steril dari kehadiran manusia. Aktivitas terbaik di sini adalah membentangkan hammock lalu berpura-pura menjadi pelaut yang terdampar di pulau tak berpenghuni.
Getting there
Penerbangan dari Jakarta ke Phuket dilayani oleh Singapore Airlines ($460), AirAsia ($182), dan Malaysia Airlines ($315)—semua harga pp di Juli. Bagi yang memiliki dompet cukup tebal, tempat penginapan yang menarik dicoba adalah Amanpuri, resor yang dikenal sebagai penginapan paling eksklusif di Phuket [Pantai Pansea, T.66 76 324 333, www.amanresorts.com, mulai dari $925]. Berjalan terus ke utara kita akan menemukan SALA Phuket Resort & Spa yang menaungi 79 kamar dan vila yang sebagian besar dilengkapi kolam renang pribadi [333 Moo 3, Mai Khao, T.66 76 338 888, www.salaresorts.com, mulai dari $274]. Masih di utara, tepatnya di ujung Pantai Kata Noi, terdapat Mom Tri’s Villa Royale Phuket yang menawarkan 35 suite berdesain Thai [12 Kata Noi Road, Kata Noi Beach, T.66 76 333 568, www.villaroyalephuket.com, mulai dari $385].
Facebook
Twitter
Myspace
Linkedin
del.icio.us
Blogger
Rain Concert





