Melestarikan lingkungan adalah tugas bersama. Namun ketika selebriti yang bergerak, pengaruhnya tentu akan lebih luas. Berikut beberapa figur publik yang terlibat dalam aktivitas konservasi.
Nugie
Tak hanya rajin berkoar tentang pemanasan global, pria yang bernama lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini juga menjadikan dirinya contoh hidup bagaimana kepedulian pada bumi bisa dipraktikkan dalam keseharian. Ia menggunakan tas kain ketimbang tas plastik. Jika sedang malas mengendarai mobilnya yang bertimbal rendah, ia akan pergi naik sepeda. Pria kelahiran Jakarta 39 tahun silam ini juga memilih mengisap rokok tanpa filter, sebab filter baru bisa diurai tanah setelah lebih dari 100 tahun. Di luar kesibukannya menggebuk drum dalam grup The Dance Company, Nugie melakoni banyak kegiatan bersama WWF (World Wide Fund For Nature). Lewat program Go Green School, ia berkunjung ke banyak sekolah guna menggelar penyuluhan, mengajak publik menanam pohon, serta mengolah sampah dan air. Pertengahan tahun lalu, Nugie menulis lagu ”Jika Bumi Bisa Bicara” yang dijual dalam format ring back tone. Seluruh hasil penjualannya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan konservasi di Indonesia.
Nadine Chandrawinata
Lupakan kontroversi kata-katanya di ajang Miss Universe 2006. Nadine punya sisi lain yang membuatnya layak mendapat tempat di hati kita semua. Sebagai Duta Terumbu Karang dan Duta Taman Laut Nasional Wakatobi, ia berjasa menaikkan pamor Indonesia sebagai surga diving internasional. Peraih gelar Putri Indonesia 2005 ini mungkin layak diberi predikat maverik. Saat kebanyakan putri ayu sibuk mempermak tubuh di salon, Nadine justru menyelam, menyapa para satwa penghuni air, lalu menceritakan betapa indahnya bumi kita kepada dunia. Jika kulitnya kini semakin tan, itu adalah konsekuensi dari jam-jam yang ia habiskan di laut ketimbang darat. Perempuan blasteran kelahiran Hannover, Jerman, ini juga banyak melakukan penyuluhan, terutama kepada anak-anak, tentang pentingnya menjaga kehidupan laut.
Shaggydog
Lewat kemampuannya bermain musik, Shaggydog, band yang mengusung aliran eklektik ska, rege, jazz, swing, dan rock n’ roll, terlibat dalam usaha pelestarian primata langka orangutan dengan menjadi duta bagi Centre for Orangutan Protection (COP). Para anggota grup asal Yogyakarta ini adalah: Richard (gitar), Raymond (gitar), Lilik (keyboard), Banditz (bas), Yoyo (drum), dan Heru (vokal). Salah satu tugas mereka adalah melakukan sosialisasi perlindungan orangutan ke sekolah dan kampus menggunakan metode pendekatan yang disesuaikan dengan profil psikografi anak muda—lewat aneka permainan, diskusi, dan tentu saja, musik. Band ini bahkan telah menulis lagu khusus untuk orangutan.
Valerina Novita Daniel
Namanya lebih dikenal sebagai pem-baca berita di televisi. Val diangkat menjadi Duta Lingkungan Hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Selain aktif berkampanye tentang isu-isu lingkungan, perempuan berdarah Minang ini juga telah menerbitkan buku berjudul “Easy Green Living”. Buku yang sebagian diterbitkan menggunakan kertas daur ulang ini berisi langkah-langkah mudah untuk hidup ramah lingkungan—ajakan yang sebagian telah dipraktikkan Val dalam kesehariannya. Ia memilih berjalan kaki dari rumah ke kampusnya (Val sedang menempuh S2 di Melbourne), menggunakan kertas daur ulang, dan menghemat pemakaian tisu yang terbuat dari serat kayu guna mengurangi penebangan pohon. Lima bibit pohon peach dihadiahkan Val kepada putri kecilnya di ulang tahunnya yang pertama.